Menyerah (kan) Bermimpi

by - 3:51:00 AM

Hai...
Apa kau seorang pemimpi?
Kalau iya... Kau sama denganku.

Kita... punya banyaaaaak mimpi!
Pun banyak sekali doa agar setiap mimpi tercapai.
Tapi, ada mimpi-mimpi yang hanya sebatas mimpi.
Iya! Tidak semua terwujud.
Dan aku, kamu, kita harus menerimanya.
"Allah selalu dan yang paling tahu apa yang terbaik untuk kita.", Tanamkan itu pada dirimu gaess!

Akan kubagi sedikit pengalamanku tentang mimpi. Mungkin kamu juga merasakannya.
Mari sama-sama mengingat kembali. Harus ada pelajaran yang dapat kita ambil bukan?

Aku pernah bercita-cita menjadi dokter. It's everychilds idea i think. Tapi ini cita-citaku sampai mendewasa. Pun aku memilih jurusan ini di setiap tes masuk perguruan tinggi yang lumayan banyak kuikuti. Tidak lulus. Tahun berikutnya pun mencoba lagi. Tidak lulus juga.
Sudah memasuki tahun kedua kuliah di jurusan gizi, aku belajar tentang semua penyakit dan penanganannya melalui gizi. Ada beberapa matkul yang "dokter" banget dengan hafalan-hafalan yang banyak berisikan istilah-istilah ngejelimet. It's the hardest lesson for me yang nggak kuat ngafal. Waktu MA pun merasa lemah di biologi tapi tetep ngotot pengen jadi dokter. Lucunyaaa... Haha.
Mira yang suka mikir ini jadi mikir... "Baru dapet matkul kayak gini aja lo nggak kuat Mir! Sadar kualitas diri laaaah... Lo emang ditakdirkan nggak bisa pake jas dokter!". Eh! bisa dong ya! make doang kan bisa minjem bentar. He.
Pemikiran "itu" lambat laun kurang baik lah menurutku karena termasuk menyadarkan diri dengan tidak menghargai diri. Ssttt... Kamu jangan gitu. Sayangi diri...
Lambat laun juga aku menyerapi kalimat yang sering kutulis dimana-mana. "Allah tahu yang terbaik untuk kita". Kemudian mulai meraba-raba apa yang Allah beri sebagai ganti dari doa-doa panjangku.
Kau tahu? Allah memberikan kebahagian melimpah ruah semasa perkuliahanku di Gizi yang rasanya nggak akan kudapatkan kalau nggak disini. Aku dikelilingi teman-teman baik, lingkungan baik dan takdir-takdir baik. Kebahagiaan terbesar adalah i can make my parents proud of me dari awal kuliah. Really proud... They stop to compare me with my awesome talented big brother. Ini beban terberat menjadi Mira si younger sister of the best grandpa's grandchild selama ini. It's like they want me to be perfect but they don't even know that i'm hurting . 
Itu tu keangkat gaess!!! Hepi banget kan yaaa.... Bahagia yang tanpa sadar gitu lo pemirsah. Bahagia banget pas nyadar. Semoga kalian ngerti haha.
Lanjut... Ahirnya mikir lagi... "Allah tidak mengabulkan yang satu untuk mengabulkan yang lain, yang tentu lebih baik buat kita". Mungkin.... kalo lulus kedokteran, aku dengan otakku dan segala keterbatasannya ditambah diriku yang pemalas luar biasa dibumbui ketidakpedulian dengan sekitar sometimes, nggak akan kuat. Nggak bisa bertanggungjawab sama pilihan sendiri dan nggak bisa bikin bangga, atau malah jadi nambah-nambah beban. And then, beban yang selama ini kuhadapi with many hiden tears nggak ada ujungnya. Iya kan?
Makanya quotes-quotes bertebaran bilang "Allah tidak memberi apa yang kamu inginkan, tapi apa yang kamu butuhkan" itu aku setuju banget! Aku lebih butuh "dianggap" daripada jadi dokter.

Let me tell you or remind you some sentences that really means so much for me. 
"Jika kau benar-benar menginginkan sesuatu, mintalah pada Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Rayu Dia.... penuhi dadamu dengan keyakinan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Pun akan mengabulkan do'amu.
Allah akan menjawab setelahnya. Satu diantara tiga.
"Iya. Kuberikan sekarang juga."
"Iya. Kuberikan, tapi nanti. Bersabarlah. Aku masih ingin melihatmu mendekat padaKu."
"Tidak. Aku sudah menyiapkan yang lebih baik untukmu."

Ketika yang kau dapat adalah yang ketiga. Hatimu akan dipenuhi keikhlasan.
Keikhlasan untuk menerima.
Menerima bahwa tidak semua yang kau inginkan terwujud.
Mungkin... Hatimu tidak akan ikhlas seketika!
Maka Allah akan tunjukkan melalui berbagai macam perantara kemudian, bahwa yang kau inginkan bukan yang terbaik untukmu.
Bahwa  tidak terkabulnya yang satu untuk mengabulkan do'amu yang lain.
Yang lain itu bisa jadi adalah hal yang paling kau inginkan. Yang lain itu juga lebih baik bagimu tentunya."

Tulisan ini tidak bermaksud menyuruhmu menyerah atas mimpi-mimpimu pembaca yang budiman. Kau harus tetap berusaha! Usaha keras... And after all, you just need to tawakkal. Banyakin doa lalu serahkan hasilnya sama tuhan. Apapun itu, yakinlah itu yang terbaik buat kamu.
Kalau kamu merasa itu bukan yang terbaik. Then think... Think again and again. I'm sure that you'll finally think that... It's better than what you wanted or planned before. 


Dari yang rapuh ingin kuat dan ingin kamu juga kuat. Eaaaa 😆

You May Also Like

0 komentar