All About Calcium

by - 11:51:00 PM

Kalsium merupakan salah satu unsur penting dalam makanan karena merupakan bahan pembentuk tulang. Gigi dan jaringan lunak serta berperan dalam berbagai proses metabolisme dalam tubuh.
Kalsium merupakan mineral yang sangat vital dan diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang lebih besar dibanding mineral lainnya. Total kalsium yang ada di tubuh kira-kira 1-2 % berat tubuh orang dewasa, sekitar 99% kalsium terdapat di dalam jaringan keras yaitu terdapat pada tulang dan gigi. 1% kalsium terdapat pada darah, dan jaringan lunak. Tanpa kalsium yang 1% ini, otot akan mengalami gangguan kontraksi, darah akan sulit membeku, dan transmisi saraf terganggu.
Untuk memenuhi 1% kebutuhan ini, tubuh mengambilnya dari makanan yang dimakan atau dari tulang. Sehingga tulang dapat dikatakan sebagai cadangan kalsium tubuh. Jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama, maka tulang akan mengalami pengeroposan tulang. Kalsium tulang berada dalam keadaan seimbang dengan kalsium plasma pada konsentrasi kurang lebih 2,25 - 2,60 mmol/1 (9-10,4 mg/100ml).
Kalsium merupakan zat yang dibutuhkan sejak bayi hingga usia tua. Jumlah kebutuhan kalsium dapat dibedakan berdasar jenis kelamin dan usia. Menurut salah satu dokter ahli gizi, kebutuhan kalsium yag dibutuhkan orang Indonesia rata-rata adalah 500-800 mg per hari. Pada usia lanjut dan wanita menopause dianjurkan asupan kalsium per hari adalah 1.000 mg.



1.          Pengertian Kalsium
Kalsium adalah elemen mineral yang paling banyak terdapat dalam tubuh. Terdapat kurang lebih 1200 gram kalsium, 99% berada di dalam tulang rangka, sedangkan 1% berada di dalam jaringan lain dan cairan tubuh yang secara luas didistribusikan ke seluruh tubuh. Jika kekurangan kalsium tubuh akan mengambil cadangan dalam tulang. Semakin lama semakin banyak kalsium yang diambil, maka tulang semakin tipis, kemudian keropos. (Handrawan Nadesul, 2006).
Sampai saat ini banyak beranggapan bahwa sumber utama kalsium hanya susu. Padahal kalsium juga bisa dihasilkan dari hasil olahan susu seperti keju dan yogurt, serealia, ikan yang dimakan dengan tulangnya seperti ikan kering, kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti tahu dan tempe juga sayuran hijau seperti bayam, kangkung dan lain lain
Usaha mempertahankan kadar kalsium darah dalam keadaan normal tergantung pada keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran kalsium dari aliran darah. Sumber kalsium dari aliran darah adalah diperoleh dengan diet yang mengandung garam kalsium. Kalsium diabsorbsi dari saluran cerna, ginjal dan tulang, absorbs kalsium terutama terjadi di dalam usus halus yang ditingkatkan oleh kerja hormone paratiroid yang sinergis serta metabolit aktif  dari vitamin d. (Evi Rahmawati, 2006)
2.          Kebutuhan Kalsium
Karena pentingnya kalsium maka kita harus dapat memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuh kita. Kebutuhan kalsium didalam tubuh manusia berbeda-beda tergantung usia juga kondisi fisiologis seeorang.
1.       Bayi 0- 6 bln 200 mg/hari
2.       Bayi usia 6 bln – 1 thn 250 mg/hari
3.       Anak usia 1-3 thn 650 mg/hari
4.       Anak usia 4 – 9 thn 1000 mg/hari
5.       Remaja usia 10 – 18 thn 1200 mg/hari
6.       Dewasa usia 19 – 29 thn 1100 mg/hari
7.       Usia > 29 thn 1000 mg/hari
8.       Ibu hamil & menyusui 1300-1400 mg/hari
(Angka Kecukupan Gizi : PerMenKes RI No 75, 2013)
Selain itu konsumsi kalsium sangat dibutuhkan oleh manusia dengan kebutuhan-kebutuhan khusus, seperti dibawhah ini:
1.       Manula, bayi, anak dalam masa pertumbuhan, ibu hamil dan menyusui, remaja yang suka memilih makanan
2.       Sedang menjalani diet.
3.       Vegetarian.
4.       Mengalami kelemahan tubuh.
5.       Ketika fungsi penyerapan pada saluran pencernaan kurang baik.
6.       Mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis).
7.       Dalam masa penyembuhan dari patah tulang.

3.          Fungsi dan Manfaat Kalsium
Fungsi kalsium untuk tubuh dan tulang manusia antara lain :
a)             Membentuk tulang dan gigi yang kuat
Anak-anak memerlukan kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi mereka. Kekurangan kalsium dapat mengakibatkan pertumbuhan tulang anak tidak sempurna dan menderita penyakit rickets. Orang dewasa membutuhkan kalsium untuk terus-menerus meremajakan sistem tulang dan giginya. Mineral di tulang dan gigi kita tergantikan 100% setiap tujuh tahun sekali.
b)          Berpengaruh pada sistem syaraf
Seperti absorbsi vitamin b12 tindakan emzim pemecah lemak,lipase pankreas,eksresi insulin oleh pankreas,pembentukan dan pemecahan asetilkolin,yaitu bahan yang diperlukan dalam memindahkan (transmisi) suatu rangsangan dari suatu serabut saraf ke serabut saraf lainnya. Kalsium yang diperlukan untuk mengkatalisis reaksi-reaksi ini diambil dari persediaan kalsium dalam tubuh.
c)          Berpengaruh penting dalam kontraksi otot
Pada waktu otot berkontraksi, kalsium berperan dalam interaksi protein di dalam otot,yaitu aktin dan miosin. Bila darah kalsium kurang dari normal, otot tidak bisa mengendor sesudah kontraksi. Tubuh akan kaku dan dapat menimbulkan kejang. Fungsi kalsium lainnya adalah meningkatkan fungsi transport membran sel, kemungkinan dengan bertindak sebagai stabilisator membran,dan transmisi ion melalui membran organel sel
d)          Di perlukan pada pembekuan darah
Di dalam tubuh, kalsium bersinergi dengan nutrisi lain. Vitamin d mengoptimalkan penyerapan kalsium dalam darah, vitamin k mengikat kalsium dalam tulang. Penyerapan kalsium dalam tubuh perlu bantuan vitamin d, tubuh tidak mampu menyerap kalsium dari makanan, sehingga tubuh terpaksa mengambil kalsium dari tulang.

Sedangkan manfaat kalsium bagi tubuh dan tulang, antara lain:
a)          Pembentukan dan pemeliharaan tulang dan gigi
Anak-anak memerlukan kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi mereka. Kekurangan kalsium dapat mengakibatkan pertumbuhan tulang anak tidak sempurna dan menderita penyakit rickets. Orang dewasa membutuhkan kalsium untuk terus-menerus meremajakan sistem tulang dan giginya. Mineral di tulang dan gigi kita tergantikan 100% setiap tujuh tahun sekali.
b)          Mencegah osteoporosis
Bila tidak mendapat cukup kalsium dari makanan, tubuh akan mengambilnya dari “bank kalsium” pada tangan, kaki dan tulang panjang lainnya. Kekurangan konsumsi kalsium dalam waktu lama akan mengakibatkan tubuh mengambilnya langsung dari tulang-tulang padat. Hal ini mengakibatkan tulang keropos dan mudah patah (osteoporosis). Bila seorang wanita dari umur 20 tahun setiap harinya mengkonsumsi kalsium 400 mg lebih rendah daripada yang dibutuhkan, pada umur 55 tahun tulangnya keropos 1/3 bagiannya.
c)          Penyimpanan glikogen
         Kalsium berperan dalam proses penyimpanan glikogen. Bila tidak ada kalsium, tubuh akan merasa lapar terus-menerus karena tidak dapat menyimpan glikogen.
d)          Melancarkan fungsi otot, otak dan sistem syaraf
Otot, otak dan sistem syaraf membutuhkan kalsium agar dapat berfungsi optimal. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan spasme (kejang) otot dan gangguan fungsi otak dan sistem syaraf.

MANFAAT KALSIUM LAINNYA BAGI TUBUH MANUSIA
ü  Melancarkan peredaran darah,Melenturkan otot
ü  Meminimalkan penyusutan tulang selama hamil dan menyusui
ü  Menormalkan tekanan darah
ü  Membantu mineralisasi gigi dan mencegah pendarahan akar gigi
üMenyeimbangkan keasaman/kebasaan darah
ü  Mengatasi kaki tangan kering dan pecah-pecah
ü  Menjaga keseimbangan cairan tubuh
ü  Memulihkan gairah seks yang menurun/melemah
ü  Mencegah osteoporosis (keropos tulang)
ü  Mengatasi kencing manis (mengaktifkan pankreas)
ü  Mencegah penyakit jantung
ü  Meminimalkan penyusutan tulang selama hamil dan menyusui
ü  Menurunkan resiko kanker usus
ü  Membantu mineralisasi gigi dan mencegah pendarahan akar gigi
ü  Mengatasi kram, sakit pinggang, wasir, dan reumatik
ü  Mengatasi kaki tangan kering dan pecah-pecah
4.          Absorpsi dan Ekskresi Kalsium
Kemampuan absorpsi (penyerapan) kalsium lebih tinggi pada masa pertumbuhan dan menurun pada proses menua.  Absorpsi pada laki-laki lebih tinggi daripada perempuan pada semua golongan usia. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi absorbsi kalsium, di antaranya kelarutan kalsium dalam air dan jenis makanan yang dimakan bersama dengan kalsium. Makanan tertentu menyebabkan pengendapan kalsium sehingga kalsium menjadi sulit diabsorpsi. Kalsium yang tidak diabsorpsi akan dikeluarkan dari tubuh. Pengeluaran ini melalui lapisan kulit, kuku, rambut, keringat, urine dan feses.
A.        Faktor-faktor yang meningkatkan absorpsi kalsium
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan absorpsi kalsium adalah:
1)          Vitamin D
         Vitamin D diubah menjadi bentuk aktif 1,25 dihidroksi vitamin D secara langsung mempengaruhi kemampuan sel usus untuk mengabsorpsi kalsium. Vitamin D mengatur pembentukan kalsium terikat protein yang merupakan pembawa kalsium masuk dalam usus dan melepaskannya ke dalam darah. Adanya vitamin D bentuk aktif dapat meningkatkan absorpsi kalsium sebanyak 10-30%
2)          Laktosa
         Laktosa dapat meningkatkan absorpsi pasif kalsium dengan meningkatkan kelarutan kalsium pada ileum. Pada bayi, misalnya laktosa dapat meningkatkan proporsi absorpsi kalsium sebanyak 33%
3)          Kebutuhan kalsium
         Kebutuhan kalsium yang tinggi seperti pada masa kehamilan, laktasi, remaja akan meningkatkan absorpsi kalsium sampai 50%. Bila asupan kalsium rendah, tubuh akan beradaptasi dengan mengabsoprsi kalsium dalam jumlah besar dan mengeksresi lebih sedikit.
4)          Pottasium
         Pottasium bekerja berlawanan dengan sodium. Potassium membantu absorpsi kalsium dalam tubuh yaitu dengan mengurangi kalsium lewat urin.

5)          Asam klorida
Asam klorida yang dikeluarkan oleh lambung membantu absorpsi kalsium dengan cara menurunkan Ph di bagian atas usus halus.
6)          Makanan yang mengandung lemak
Lemak meningkatkan waktu transit makanan melalui saluran cerna, dengan demikian memberikan waktu lebih banyak untuk absorpsi kalsium.

B.        Faktor-faktor yang menghambat absorbsi kalsium
Beberapa faktor yang dapat menghambat absorpsi kalsium adalah:
1)          Protein dan sodium
Protein terutama protein hewani dan sodium dapat menurunkan absorpsi kalsium melalui urin. Setiap penambahan 43mmol sodium akan menyebabak penambahan kehilangan 0,66 mmol (26,3 mg) kalsium dan setiap penambahan 1 g protein menyebabkan kehilangan 0,44 mmol (1,75 mg) kalsium.
2)          Fosfor
         Asupan tinggi fosfor mengurangi kehilangan kalsiu lewat urin, akan tetepai meningkatkan kelahilangan kalsium lewat feses pada waktu yang bersamaan sehingga tidak ada keuntungan yang didapat.
3)          Asam oksalat
Asam oksalat terdapat dalam sayuran hijau daun, seperti bayam. Asam oksalat dengan kalsium akan membentuk kalsium oksalat yang tidak larut dan sulit diabsorpsi. Terbentuknya kalsium okslata tergantung pada jumlah asam oksalat yang ada. Jika terdapat kalsium dalm jumlah cuup untuk membentuk ikatan dengan asam oksalat maka tidak ada asam oksalat bebas utnuk bergabung dengan kaslium dari bahan makanan lain. Sayuran daun pada umunya banyak mengandung asam oksalat bebas dan mudah larut.
4)          Asam fitat
Asam fitat juga membentuk ikatan garam denga kalsium yang tidak dapat dipisahkan dalam usus dan terlalu besar untuk diabsorpsi secara utuh oleh rute paraseluluer. Asam fitat terutama pada sekam padi/gandum. Asam fitat tidak terlalu merusak jika roti diragi dan ikatan fitat dihidrolisasi oleh enzim ragi selama proses fermentasi.
5)          Ketidakstabilan emosi
Efisiensi absorpsi kalsium dapat dipengaruhi oleh stabilitas emosional individu. Stress, tegang, cemas, sedih, bosan dapat mengganggu absorpsi kalsium.
6)          Kurang olahraga
Orang yang tidak melakukan olahraga ketahanan tubuh seperti berjalan, berlari, bed rest sehingga cenderung tidak aktif, dapat kehilangan 0,5% kalsium tulang perbulan dan sulit untuk mengganti kehilangan kalsium tersebut. Beberapa bukti menemukan bahawa kehilangan kaslium lebih disebabkan oleh kurangnya berat tulang bukan ketidakaktifan bergerak. Orang yang berolahraga renang me miliki kepadatan tulang lebih rendah daripada mereka yang berolahraga ketahanan tubuh seperti lari atau jalan.
7)          Serat
Serat dapat meingkatkan mobilitas gastrointetinal, mengikat mineral dalam struktur serat. Serat dalam sayuran hijau tidak memiliki efek terhadap absorpsi kalsium, namun serat dalam gandum dapat mengurangi absorpsi kalsium.
8)          Kafein
Konsumsi tinggi kafein meningkatkan kalsium melalui urin dan merangsang sekresi urin ke dalam gastrointestinal.
9)          Obat
Obat-obatan sperti antikonvulsan, kortison, tiroksin, dan antasid menganding aluminium memiliki efek samping menurunkan kalsium.

5.          Akibat kekurangan kalsium
Seperti yang telah dijabarkan diatas, kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat didalam tubuh manusia. Kira-kira 99% kalsium terdapat di dalam jaringan keras yaitu pada tulang dan gigi. 1% kalsium terdapat pada darah, dan jaringan lunak. Tanpa kalsium yang 1% ini, otot akan mengalami gangguan kontraksi, darah akan sulit membeku, transmisi saraf terganggu, dan sebagainya. Gejala awal kekurangan kalsium adalah lesu, banyak keringat, gelisah, sesak napas, daya tahan tubuh berkurang, kurang nafsu makan, sembelit, berak-berak, insomnia, dan kram.
Jika di lihat berdasarkan tingkat kebutuhan dan usia maka akibat kekurangan dari kalsium ini adalah sebagai berikut:
ü  Pada wanita hamil : gigi linu, sakit punggung pinggang ngilu, mual, insomnia dan keram
ü  Masa menyusui : gigi sakit, linu, sakit pinggang,
ü  Pengeroposan tulang (osteoporosis), tulang mudah patah
ü  Masa pertumbuhan : pertumbuhan terlambat,
ü  Menurunnya kekebalan tubuh (imunitas), pertumbuhan tulang tidak baik, kebusukan gigi.
ü  Orang dewasa : keram otot, tegang, dan sulit tidur, jantung berdebar tidak normal, badan pegal.
ü  Menopouse : sakit pinggang, insomnia, tegang, suasana hati tidak baik.
ü  Manula : insomnia, osteoporosis, tulang mudah patah, tinggi badan menyusut.
Beberapa fakta tentang gangguan kesehatan akibat kurangnya kadar kalsium di dalam tubuh, di antaranya;
ü  Kekurangan kalsium berbanding lurus dengan patah tulang atau keropos tulang. Umum terjadi pada orang lanjut usia karena kandungan kalsium dalam tulangnya tinggal 60%. Gejala utamanya, sakit pinggang dan punggung. Risiko ini bisa diminimalisasi dengan memberi tambahan kalsium dan olahraga.
ü  Kurangnya kalsium dan paparan sinar matahari pagi dan sore akan menyebabkan elemen tulang tidak dapat mengendap secara normal, sehingga timbul penyakit rachitis. Ciri-ciri utamanya adalah kelainan pada tulang rusuk (dada ayam), kaki tipe o atau x.
ü  Ketika tubuh diserang bakteri, virus, racun dan sebagainya, ion kalsiumlah yang pertama kali membunyikan sirene tanda bahaya. Aba-aba itu membuat sistem imunitas tubuh bangkit untuk menangkap musuh. Bila tubuh kekurangan kalsium, sistem imunitas pun akan menurun dan kacau. Akibatnya muncul penyakit lupus, seleroderma, jerawat dan penyakit kulit lainnya.
ü  Pada pasien kencing manis, dengan banyaknya urin yang keluar, kalsium juga ikut terbuang dalam jumlah besar. Kekacauan metabolisme kalsium ini dapat memperburuk kondisi kencing manisnya. Diperkirakan 60 persen pengidap kencing manis mengalami keropos tulang akibat kurang kalsium ini. Berbagai penelitian menegaskan bahwa kekurangan kalsium merupakan salah satu komplikasi serius dari penyakit kencing manis. Itulah mengapa asupan kalsium yang cukup bagi pasien kencing manis harus selalu diperhatikan.
ü  Kekurangan kalsium menyebabkan dengdosignal saraf mengalami hambatan. Akibatnya, mekanisme rangsangan dalam tubuh akan terganggu. Kondisi ini pada anak menimbulkan gejala mudah kaget, resah, sulit tidur, menangis di malam hari, dan superaktif. Gejala pada orang tua yakni mudah tegang, emosi merosotnya daya koordinasi saraf.
ü  Kurangnya kadar kalsium akan mengurangi daya kontraksi otot jantung. Hal ini dapat menimbulkan berbagai macam penyakit jantung.
ü  Kalau seseorang menderita diare menahun, penyerapan kalsium oleh usus akan terganggu, sehingga kadar kalsium darah menurun. Ini akan merangsang paratoiron sehingga kekentalan ion kalsium dalam sel usus meningkat dan menimbulkan kram otot pada lambung dan usus.
ü  Kekurangan kalsium bisa menimbulkan asam lambung yang berlebihan, kekentalam gastrin terlalu tinggi dan bertambahnya pepsin, sehingga mengakibatkan tukak saluran pencernaan. Selain pengobatan penyakit juga diperlukan penambahan kalsium yang cukup.
Jika dijelaskan lebih lanjut mengenai proses terjadinya penyakit yang diakibatkn oleh kekurangan kalsium, dapat kita lihat penjelasan pada bab dibawah ini.

6.                   Penyakit akibat kekurangan kalsium
Kekurangan kalsium bisa menyebabkan 200 jenis penyakit. Beberapa penyakit yang mungkin timbul diantaranya adalah:
a.       Nyeri otot tulang
Kekurangan kalsium menyebabkan pergerakan yang tidak normal pada seluruh otot licin dan otot jantung, sehinga tubuh kehilangan kelincahan, pengendalian keseimbangan, gerakan dan kemampuan koordinasi. Gerakan tubuh ditentukan oleh stimulasi otot tulang, sementara rangsangan otot tulang timbul karena peran kalsium yang sangat penting. Jika asupan kalsium dalam tubuh tidak memadai, maka akan terjadi nyeri pada otot tulang.
b.      Keropos tulang/osteoporosis
Kalsium dalam tubuh berperan sebagai elemen ang memberi kekerasan pada tulang. Oleh karena itu, kalsium mampu membentuk kerangka yang mampu menanggung berat badan. Jika dalam tulang tidak terdapat endapan kalsium yang cukup, maka akan terjadi kekacauan dalam metabolisme sel tulang, hingga volume tulang berkurang. Faktor-faktor yang membuat seseorang lebih rentan terkena osteoporosis :
ü Memiliki massa tulang yang rendah
ü Memiliki kerabat dengan riwayat osteoporosis
ü Berkelamin wanita
ü Memiliki ukuran tulang yang kecil
ü Kurang hormon estrogen, terutama setelah menopause
ü Rendah asupan kalsium
ü Mengonsumsi obat yang mengandung kortikosteroid
ü Rendahnya kadar testosteron (pada pria)
ü Kurang olahraga dan aktivitas
ü Merokok dan mengonsumsi alkohol

c.       Kekebalan tubuh berkurang
Kekuranan kalsium mampu memicu terjadinya penurunan kekebalan tubuh. Karena dengan kekurangan imunitas tubuh terhadap serangan penyakit, maka dengan sangat mudah terjangkit berbagai penyakit yang seharusnya bisa ditangkal oleh system kekebalan tubuh.
d.      Daya ingat berkurang
Ion kalsium berperan penting dalam proses pengeluaran dan pengiriman sinyal syaraf. Rangsangan pada syaraf otak besar berhubungan erat dengan transmisi ion kalsium di dalam dan diluar neuron. Ketika organisme kekurangan kalsium, dendosignal syaraf juga mengalami hambatan mekanisme rangsangan dalam tubuh manusia juga mengalami kerudakan. Gejala pada anak anak mudah kaget, menangis di malam hari, resah, sulit tidur dan super aktif.
e.       Ganguan dalam jantung
Jantung mengemban tugas untuk mempertahankan nyawa. Meski hanya sebesar kepalan tangan, jantung mampu mengantarkan darah setiap saat kesetiap sel dalam tubuh. Kemampuan ini berasal dari konstraksi otot jantung secara terus menerus. Padahal konstraksi dan ekspansi jantung serta penyimpanan dan pengunaan energinya tidak lepas dari pengaruh kalsium.
7.         Akibat  kelebihan mengkonsumsi kalsium
Konsumsi kalsium secara berlebih ternyata dapat menimbulakn efek sampng bagi orang yang mengkonsumsinya, salah satunya adalah keracunan.. Keracunan kalsium jarang terjadi karena usus biasanya membatasi penyerapannya. Sehingga mengkonsumsi kalsium dalam jumlah yang banyak untuk jangka waktu pendek tidak akan menimbulkan gejala keracunan, paling cuma susah bab (konstipasi) dan adanya risiko batu ginjal. Namun demikian jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka yang alam akan menyebabkan gejala keracunan seperti hilangnya nafsu makan, mual, muntah, nyeri perut, bengong, kejang bahkan koma.
Suatu penelitian terbaru mengungkapkan bahaya mengasup mineral utama pembentuk tulang secara berlebihan. Kaitan antara pola makan syarat kalsium dengan risiko kanker prostat terungkap dari hasil penelitian yang dipublikasikan international journal of cancer. Peneliti dari lembaga kanker nasional di rockville, maryland, dr panagiota n notrou beserta koleganya menemukan bahwa risiko terkena kanker prostat meningkat seiring meningkatnya konsumsi asupan makanan produk olahan hewan, seperti susu, keju telur, ataupun mentega yang mengandung kalsium tinggi.
Untuk menyelidiki lebih lanjut, para peneliti melakukan penelitian dan pengamatan dengan data dan catatan medis yang diperoleh dari penelitian pencegahan kanker. Penelitian itu menggunakan alpha-tocopherol beta-carotene (atbc) untuk menguji tingkat asupan kalsium dan kaitannya terhadap risiko kanker prostat. Penelitian atbc menyertakan 29.133 pria perokok berkebangsaan finlandia, dengan kisaran usia 50–69 tahun yang menyelesaikan lembar pertanyaan mengenai 276 macam makanan untuk mengetahui pola makan mereka saat penelitian dimulai.
Setelah kurun waktu 17 tahun, tim peneliti menemukan sebanyak 1.267 kasus kanker prostat. Dari jumlah total 27.028 mereka yang mengisi data hingga tuntas, juga disertakan dalam analisis akhir. ”kami menemukan adanya hubungan sebab-akibat yang kuat antara asupan kalsium dengan risiko kanker prostat,” ujar notrou seperti dikutip reuters. Setelah melakukan penyesuaian data terhadap sejumlah variabel penting, maka ditemukan risiko kanker prostat mencapai 63% lebih besar bagi mereka yang mengonsumsi lebih dari 2.000 mg kalsium dibandingkan pria-pria yang menerima asupan kalsium kurang dari 1.000 mg tiap harinya. Karena itu,terlihat perbedaan statistik yang mencolok.
8.         Metabolisme kalsium dalam tubuh
Kalsium yang dimakan akan biasanya diserap oleh  usus halus dan diangkut dalam darah berikatan dengan albumin (protein), sehingga kadar kalsium darah juga akan dipengaruhi oleh albumin. Kalsium disimpan dalam tulang dalam bentuk kristal berikatan dengan fosfor yang dinamakan kalsium fosfor.
Karena sangat penting fungsinya, kadar kalsium darah diatur oleh 3 mekanisme utama yaitu parathyroid hormone (pth), vitamin d, dan calcitonin. Pth biasanya dihailkan oleh 4 kelenjar kecil parathyroid yang ada di lehersebagai respon rendahnya kadar kalsium. Pth bekerja dalam 3 cara:
1)                         Meningkatkan penyerapan kalsium melalui saluran cerna
2)                         Menyebabkan lepasnya sedikit persediaan kalsium dari tulang
3)       Mengakibatkan ginjal membuang fosfor lebih banyak lagi, sehingga meningkatkan kadar kalsium dengan cepat.
Vitamin D bekerja sama dengan pth pada tulang dan ginjal serta penyerapannya lewat saluran cerna. Vitamin D didapat tubuh dari makanan atau dihasilkan kulit yang terkena sinar matahari. Kekurangan vitamin D dari kedua sumber ini akan mengakibatkan ricketsia pada anak-anak dan osteomalasia pada orang dewasa, sehingga menyebabkan kelainan bentuk tulang. Calcitonin, suatu hormon yang dilepaskan oleh kelenjar thyroid (gondok), parathyroid, dan kelenjar thymus, menurunkan kadar kalsium dalam darah dengan cara menyimpannya ke dalam tulang.
Penyerapan kalsium tergantung dari berbagai faktor termasuk usia, kebutuhan dan makanan yang dimakan bersamaan dengan kalsium. Secara umum kalsium yang berasal dari makanan lebih mudah diserap ketimbang yang berasal dari suplemen. Vitamin D sangat dibutuhkan dalam penyerapan kalsium sehingga susu dengan vitamin D merupakan sumber kalsium yang sangat mudah diserap. Vitamin C dan gula susu (laktosa) juga membantu penyerapan kalsium, sedangkan makan tinggi lemak, protein dan tinggi serat akan menurunkan penyerapannya.
Berbagai penelitian menyebutkan bahwa perilaku konsumsi pangan erat kaitannya dengan resiko seseorang terkena penyakit tertentu, hal ini juga berlaku untuk osteoporosis.  Pengaruhnya bisa berdampak langsung maupun tidak langsung, untuk itu perlu diketahui hal-hal yang berkaitan dengan pola konsumsi seseorang.
1.       Konsumsi protein yang tinggi membuat resiko pengeluaran kalsium pada urin meningkat (hypercalciuric) sehingga keseimbangan Ca dalam tubuh menjadi negatif.  Protein yang tinggi kandungan fosfornya, seperti daginig dapat menimbulkan keseimbangan negatif Ca.
2.       Konsumsi serat makanan (serealia, sayuran, dan buah) akan menyebabkan peningkatan ekskresi (pengeluaran) Ca.  Pada waktu konsumsi serat tinggi, keseimbangan metabolisme Ca dapat dicapai jika konsumsi Ca juga tinggi.
3.       Kandungan sodium.  Meningkatnya konsumsi garam menyebabkan bertambahnya ekskresi Ca pada urin.  Pada usia muda tubuh mampu beradaptasi sehingga keseimbangan Ca tidak berubah, tetapi hal tersebut tidak terbukti pada wanita usia lanjut.
4.       Vitamin D.  Meskipun osteoporosis tidak disebabkan oleh kekurangan vitamin D, tetapi dilaporkan bahwa suplemen Ca dengan vitamin D dapat mencegah terjadinya keropos tulang.
5.       Vitamin K.  Pada wanita penderita osteoporosis dijumpai serum vitamin K yang lebih rendah.
6.       Konsumsi kafein.  Ekskresi Ca meningkat pada peminum kopi dan peningkatan ini akan terlihat sangat nyata jika konsumsi kopi melebihi 15 gelas per hari (kadar kafein lebih dari satu gram).





Mira Ardiningsih

@Biokimia, Semester 3 Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Mataram

Semoga Bermanfaat!!!

TERIMAKASIH

You May Also Like

0 komentar