All About Calcium
Kalsium merupakan salah satu unsur penting
dalam makanan karena merupakan bahan pembentuk tulang. Gigi dan jaringan lunak
serta berperan dalam berbagai proses metabolisme dalam tubuh.
Kalsium
merupakan mineral yang sangat vital dan diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang
lebih besar dibanding mineral lainnya. Total kalsium yang ada di tubuh
kira-kira 1-2 % berat tubuh orang dewasa, sekitar 99% kalsium terdapat di dalam
jaringan keras yaitu terdapat pada tulang dan gigi. 1% kalsium terdapat
pada darah, dan jaringan lunak. Tanpa kalsium yang 1% ini, otot akan
mengalami gangguan kontraksi, darah akan sulit membeku, dan transmisi
saraf terganggu.
Untuk
memenuhi 1% kebutuhan ini, tubuh mengambilnya dari makanan yang dimakan atau
dari tulang. Sehingga tulang dapat dikatakan sebagai cadangan kalsium tubuh.
Jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama, maka tulang akan mengalami
pengeroposan tulang. Kalsium tulang berada dalam keadaan seimbang dengan
kalsium plasma pada konsentrasi kurang lebih 2,25 - 2,60 mmol/1 (9-10,4
mg/100ml).
Kalsium
merupakan zat yang dibutuhkan sejak bayi hingga usia tua. Jumlah kebutuhan kalsium
dapat dibedakan berdasar jenis kelamin dan usia. Menurut salah satu dokter ahli
gizi, kebutuhan kalsium yag dibutuhkan orang Indonesia rata-rata
adalah 500-800 mg per hari. Pada usia lanjut dan wanita menopause
dianjurkan asupan kalsium per hari adalah 1.000 mg.
1. Pengertian
Kalsium
Kalsium adalah elemen mineral yang paling
banyak terdapat dalam tubuh. Terdapat kurang lebih 1200 gram kalsium, 99%
berada di dalam tulang rangka, sedangkan 1% berada di dalam jaringan lain dan
cairan tubuh yang secara luas didistribusikan ke seluruh tubuh. Jika kekurangan
kalsium tubuh akan mengambil cadangan dalam tulang. Semakin lama semakin banyak
kalsium yang diambil, maka tulang semakin tipis, kemudian keropos. (Handrawan
Nadesul, 2006).
Sampai saat ini banyak beranggapan bahwa
sumber utama kalsium hanya susu. Padahal kalsium juga bisa dihasilkan dari
hasil olahan susu seperti keju dan yogurt, serealia, ikan yang dimakan dengan
tulangnya seperti ikan kering, kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti tahu
dan tempe juga sayuran hijau seperti bayam, kangkung dan lain lain
Usaha mempertahankan kadar kalsium darah
dalam keadaan normal tergantung pada keseimbangan antara pemasukan dan
pengeluaran kalsium dari aliran darah. Sumber kalsium dari aliran darah adalah
diperoleh dengan diet yang mengandung garam kalsium. Kalsium diabsorbsi dari
saluran cerna, ginjal dan tulang, absorbs kalsium terutama terjadi di dalam
usus halus yang ditingkatkan oleh kerja hormone paratiroid yang sinergis serta
metabolit aktif dari vitamin d. (Evi Rahmawati, 2006)
2. Kebutuhan
Kalsium
Karena
pentingnya kalsium maka kita harus dapat memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuh
kita. Kebutuhan kalsium didalam tubuh manusia berbeda-beda tergantung usia juga
kondisi fisiologis seeorang.
1. Bayi
0- 6 bln 200 mg/hari
2. Bayi
usia 6 bln – 1 thn 250 mg/hari
3. Anak
usia 1-3 thn 650 mg/hari
4. Anak
usia 4 – 9 thn 1000 mg/hari
5. Remaja
usia 10 – 18 thn 1200 mg/hari
6. Dewasa
usia 19 – 29 thn 1100 mg/hari
7. Usia
> 29 thn 1000 mg/hari
8. Ibu
hamil & menyusui 1300-1400 mg/hari
(Angka Kecukupan Gizi : PerMenKes RI No
75, 2013)
Selain
itu konsumsi kalsium sangat dibutuhkan oleh manusia dengan kebutuhan-kebutuhan
khusus, seperti dibawhah ini:
1. Manula,
bayi, anak dalam masa pertumbuhan, ibu hamil dan menyusui, remaja yang suka
memilih makanan
2. Sedang
menjalani diet.
3. Vegetarian.
4. Mengalami
kelemahan tubuh.
5. Ketika
fungsi penyerapan pada saluran pencernaan kurang baik.
6. Mengalami
pengeroposan tulang (osteoporosis).
7. Dalam
masa penyembuhan dari patah tulang.
3. Fungsi
dan Manfaat Kalsium
Fungsi kalsium untuk tubuh dan tulang
manusia antara lain :
a) Membentuk
tulang dan gigi yang kuat
Anak-anak memerlukan kalsium untuk
pertumbuhan tulang dan gigi mereka. Kekurangan kalsium dapat mengakibatkan
pertumbuhan tulang anak tidak sempurna dan menderita penyakit rickets. Orang
dewasa membutuhkan kalsium untuk terus-menerus meremajakan sistem tulang dan
giginya. Mineral di tulang dan gigi kita tergantikan 100% setiap tujuh tahun
sekali.
b) Berpengaruh
pada sistem syaraf
Seperti absorbsi vitamin b12 tindakan
emzim pemecah lemak,lipase pankreas,eksresi insulin oleh pankreas,pembentukan
dan pemecahan asetilkolin,yaitu bahan yang diperlukan dalam memindahkan
(transmisi) suatu rangsangan dari suatu serabut saraf ke serabut saraf lainnya.
Kalsium yang diperlukan untuk mengkatalisis reaksi-reaksi ini diambil dari
persediaan kalsium dalam tubuh.
c) Berpengaruh
penting dalam kontraksi otot
Pada waktu otot berkontraksi, kalsium
berperan dalam interaksi protein di dalam otot,yaitu aktin dan miosin. Bila
darah kalsium kurang dari normal, otot tidak bisa mengendor sesudah kontraksi.
Tubuh akan kaku dan dapat menimbulkan kejang. Fungsi kalsium lainnya adalah
meningkatkan fungsi transport membran sel, kemungkinan dengan bertindak sebagai
stabilisator membran,dan transmisi ion melalui membran organel sel
d) Di
perlukan pada pembekuan darah
Di dalam tubuh, kalsium bersinergi dengan
nutrisi lain. Vitamin d mengoptimalkan penyerapan kalsium dalam darah, vitamin
k mengikat kalsium dalam tulang. Penyerapan kalsium dalam tubuh perlu bantuan
vitamin d, tubuh tidak mampu menyerap kalsium dari makanan, sehingga tubuh
terpaksa mengambil kalsium dari tulang.
Sedangkan manfaat kalsium bagi tubuh dan tulang,
antara lain:
a) Pembentukan
dan pemeliharaan tulang dan gigi
Anak-anak memerlukan kalsium untuk
pertumbuhan tulang dan gigi mereka. Kekurangan kalsium dapat mengakibatkan
pertumbuhan tulang anak tidak sempurna dan menderita penyakit rickets. Orang
dewasa membutuhkan kalsium untuk terus-menerus meremajakan sistem tulang dan
giginya. Mineral di tulang dan gigi kita tergantikan 100% setiap tujuh tahun
sekali.
b) Mencegah
osteoporosis
Bila tidak mendapat cukup kalsium dari
makanan, tubuh akan mengambilnya dari “bank kalsium” pada tangan, kaki dan
tulang panjang lainnya. Kekurangan konsumsi kalsium dalam waktu lama akan
mengakibatkan tubuh mengambilnya langsung dari tulang-tulang padat. Hal ini
mengakibatkan tulang keropos dan mudah patah (osteoporosis). Bila seorang
wanita dari umur 20 tahun setiap harinya mengkonsumsi kalsium 400 mg lebih
rendah daripada yang dibutuhkan, pada umur 55 tahun tulangnya keropos 1/3
bagiannya.
c) Penyimpanan
glikogen
Kalsium berperan dalam proses penyimpanan glikogen. Bila tidak ada kalsium,
tubuh akan merasa lapar terus-menerus karena tidak dapat menyimpan glikogen.
d) Melancarkan
fungsi otot, otak dan sistem syaraf
Otot, otak dan sistem syaraf membutuhkan
kalsium agar dapat berfungsi optimal. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan
spasme (kejang) otot dan gangguan fungsi otak dan sistem syaraf.
MANFAAT
KALSIUM LAINNYA BAGI TUBUH MANUSIA
|
|
ü Melancarkan
peredaran darah,Melenturkan otot
|
ü Meminimalkan penyusutan tulang selama
hamil dan menyusui
|
ü Menormalkan
tekanan darah
|
ü Membantu mineralisasi gigi dan mencegah
pendarahan akar gigi
|
üMenyeimbangkan
keasaman/kebasaan darah
|
ü Mengatasi kaki tangan kering dan
pecah-pecah
|
ü Menjaga
keseimbangan cairan tubuh
|
ü Memulihkan gairah seks yang
menurun/melemah
|
ü Mencegah
osteoporosis (keropos tulang)
|
ü Mengatasi kencing manis (mengaktifkan
pankreas)
|
ü Mencegah
penyakit jantung
|
ü Meminimalkan penyusutan tulang selama
hamil dan menyusui
|
ü Menurunkan
resiko kanker usus
|
ü Membantu mineralisasi gigi dan mencegah
pendarahan akar gigi
|
ü Mengatasi
kram, sakit pinggang, wasir, dan reumatik
|
ü Mengatasi kaki tangan kering dan
pecah-pecah
|
4. Absorpsi
dan Ekskresi Kalsium
Kemampuan
absorpsi (penyerapan) kalsium lebih tinggi pada masa pertumbuhan dan menurun
pada proses menua. Absorpsi pada laki-laki lebih tinggi daripada
perempuan pada semua golongan usia. Terdapat banyak faktor yang
mempengaruhi absorbsi kalsium, di antaranya kelarutan kalsium dalam air
dan jenis makanan yang dimakan bersama dengan kalsium. Makanan tertentu
menyebabkan pengendapan kalsium sehingga kalsium menjadi sulit diabsorpsi.
Kalsium yang tidak diabsorpsi akan dikeluarkan dari tubuh. Pengeluaran ini
melalui lapisan kulit, kuku, rambut, keringat, urine dan feses.
A. Faktor-faktor
yang meningkatkan absorpsi kalsium
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan
absorpsi kalsium adalah:
1) Vitamin
D
Vitamin D diubah menjadi bentuk aktif 1,25 dihidroksi vitamin D secara langsung
mempengaruhi kemampuan sel usus untuk mengabsorpsi kalsium. Vitamin D mengatur
pembentukan kalsium terikat protein yang merupakan pembawa kalsium masuk dalam
usus dan melepaskannya ke dalam darah. Adanya vitamin D bentuk aktif dapat
meningkatkan absorpsi kalsium sebanyak 10-30%
2) Laktosa
Laktosa dapat meningkatkan absorpsi pasif kalsium dengan meningkatkan kelarutan
kalsium pada ileum. Pada bayi, misalnya laktosa dapat meningkatkan proporsi
absorpsi kalsium sebanyak 33%
3) Kebutuhan
kalsium
Kebutuhan kalsium yang tinggi seperti pada masa kehamilan, laktasi, remaja akan
meningkatkan absorpsi kalsium sampai 50%. Bila asupan kalsium rendah, tubuh
akan beradaptasi dengan mengabsoprsi kalsium dalam jumlah besar dan mengeksresi
lebih sedikit.
4) Pottasium
Pottasium bekerja berlawanan dengan sodium. Potassium membantu absorpsi kalsium
dalam tubuh yaitu dengan mengurangi kalsium lewat urin.
5) Asam
klorida
Asam
klorida yang dikeluarkan oleh lambung membantu absorpsi kalsium dengan cara menurunkan Ph
di bagian atas usus halus.
6) Makanan
yang mengandung lemak
Lemak
meningkatkan waktu transit makanan melalui saluran cerna, dengan demikian memberikan
waktu lebih banyak untuk absorpsi kalsium.
B. Faktor-faktor
yang menghambat absorbsi kalsium
Beberapa
faktor yang dapat menghambat absorpsi kalsium adalah:
1) Protein
dan sodium
Protein terutama protein hewani dan sodium
dapat menurunkan absorpsi kalsium melalui urin. Setiap penambahan 43mmol sodium
akan menyebabak penambahan kehilangan 0,66 mmol (26,3 mg) kalsium dan setiap
penambahan 1 g protein menyebabkan kehilangan 0,44 mmol (1,75 mg) kalsium.
2) Fosfor
Asupan tinggi fosfor mengurangi kehilangan kalsiu lewat urin, akan tetepai
meningkatkan kelahilangan kalsium lewat feses pada waktu yang bersamaan
sehingga tidak ada keuntungan yang didapat.
3) Asam
oksalat
Asam oksalat terdapat dalam sayuran hijau
daun, seperti bayam. Asam oksalat dengan kalsium akan membentuk kalsium oksalat
yang tidak larut dan sulit diabsorpsi. Terbentuknya kalsium okslata tergantung
pada jumlah asam oksalat yang ada. Jika terdapat kalsium dalm jumlah cuup untuk
membentuk ikatan dengan asam oksalat maka tidak ada asam oksalat bebas utnuk
bergabung dengan kaslium dari bahan makanan lain. Sayuran daun pada umunya
banyak mengandung asam oksalat bebas dan mudah larut.
4) Asam
fitat
Asam fitat juga membentuk ikatan garam
denga kalsium yang tidak dapat dipisahkan dalam usus dan terlalu besar untuk
diabsorpsi secara utuh oleh rute paraseluluer. Asam fitat terutama pada sekam
padi/gandum. Asam fitat tidak terlalu merusak jika roti diragi dan ikatan fitat
dihidrolisasi oleh enzim ragi selama proses fermentasi.
5) Ketidakstabilan
emosi
Efisiensi absorpsi kalsium dapat
dipengaruhi oleh stabilitas emosional individu. Stress, tegang, cemas, sedih,
bosan dapat mengganggu absorpsi kalsium.
6) Kurang
olahraga
Orang yang tidak melakukan olahraga
ketahanan tubuh seperti berjalan, berlari, bed rest sehingga cenderung tidak
aktif, dapat kehilangan 0,5% kalsium tulang perbulan dan sulit untuk mengganti
kehilangan kalsium tersebut. Beberapa bukti menemukan bahawa kehilangan kaslium
lebih disebabkan oleh kurangnya berat tulang bukan ketidakaktifan bergerak.
Orang yang berolahraga renang me miliki kepadatan tulang lebih rendah daripada
mereka yang berolahraga ketahanan tubuh seperti lari atau jalan.
7) Serat
Serat dapat meingkatkan mobilitas
gastrointetinal, mengikat mineral dalam struktur serat. Serat dalam sayuran
hijau tidak memiliki efek terhadap absorpsi kalsium, namun serat dalam gandum
dapat mengurangi absorpsi kalsium.
8) Kafein
Konsumsi tinggi kafein meningkatkan
kalsium melalui urin dan merangsang sekresi urin ke dalam gastrointestinal.
9) Obat
Obat-obatan sperti antikonvulsan,
kortison, tiroksin, dan antasid menganding aluminium memiliki efek samping
menurunkan kalsium.
5. Akibat
kekurangan kalsium
Seperti
yang telah dijabarkan diatas, kalsium merupakan mineral yang paling banyak
terdapat didalam tubuh manusia. Kira-kira 99% kalsium terdapat di dalam
jaringan keras yaitu pada tulang dan gigi. 1% kalsium terdapat pada darah, dan
jaringan lunak. Tanpa kalsium yang 1% ini, otot akan mengalami gangguan kontraksi,
darah akan sulit membeku, transmisi saraf terganggu, dan sebagainya. Gejala
awal kekurangan kalsium adalah lesu, banyak keringat, gelisah, sesak
napas, daya tahan tubuh berkurang, kurang nafsu makan, sembelit, berak-berak, insomnia,
dan kram.
Jika
di lihat berdasarkan tingkat kebutuhan dan usia maka akibat kekurangan dari
kalsium ini adalah sebagai berikut:
ü Pada
wanita hamil : gigi linu, sakit punggung pinggang ngilu, mual, insomnia dan
keram
ü Masa
menyusui : gigi sakit, linu, sakit pinggang,
ü Pengeroposan
tulang (osteoporosis), tulang mudah patah
ü Masa
pertumbuhan : pertumbuhan terlambat,
ü Menurunnya
kekebalan tubuh (imunitas), pertumbuhan tulang tidak baik, kebusukan gigi.
ü Orang
dewasa : keram otot, tegang, dan sulit tidur, jantung berdebar tidak normal,
badan pegal.
ü Menopouse
: sakit pinggang, insomnia, tegang, suasana hati tidak baik.
ü Manula
: insomnia, osteoporosis, tulang mudah patah, tinggi badan menyusut.
Beberapa
fakta tentang gangguan kesehatan akibat kurangnya kadar kalsium di dalam tubuh,
di antaranya;
ü Kekurangan
kalsium berbanding lurus dengan patah tulang atau keropos tulang. Umum terjadi
pada orang lanjut usia karena kandungan kalsium dalam tulangnya tinggal 60%.
Gejala utamanya, sakit pinggang dan punggung. Risiko ini bisa diminimalisasi
dengan memberi tambahan kalsium dan olahraga.
ü Kurangnya
kalsium dan paparan sinar matahari pagi dan sore akan menyebabkan elemen tulang
tidak dapat mengendap secara normal, sehingga timbul penyakit rachitis.
Ciri-ciri utamanya adalah kelainan pada tulang rusuk (dada ayam), kaki tipe o
atau x.
ü Ketika
tubuh diserang bakteri, virus, racun dan sebagainya, ion kalsiumlah yang
pertama kali membunyikan sirene tanda bahaya. Aba-aba itu membuat sistem
imunitas tubuh bangkit untuk menangkap musuh. Bila tubuh kekurangan kalsium,
sistem imunitas pun akan menurun dan kacau. Akibatnya muncul penyakit lupus,
seleroderma, jerawat dan penyakit kulit lainnya.
ü Pada
pasien kencing manis, dengan banyaknya urin yang keluar, kalsium juga ikut
terbuang dalam jumlah besar. Kekacauan metabolisme kalsium ini dapat
memperburuk kondisi kencing manisnya. Diperkirakan 60 persen pengidap kencing
manis mengalami keropos tulang akibat kurang kalsium ini. Berbagai penelitian
menegaskan bahwa kekurangan kalsium merupakan salah satu komplikasi serius dari
penyakit kencing manis. Itulah mengapa asupan kalsium yang cukup bagi pasien
kencing manis harus selalu diperhatikan.
ü Kekurangan
kalsium menyebabkan dengdosignal saraf mengalami hambatan. Akibatnya, mekanisme
rangsangan dalam tubuh akan terganggu. Kondisi ini pada anak menimbulkan gejala
mudah kaget, resah, sulit tidur, menangis di malam hari, dan superaktif. Gejala
pada orang tua yakni mudah tegang, emosi merosotnya daya koordinasi saraf.
ü Kurangnya
kadar kalsium akan mengurangi daya kontraksi otot jantung. Hal ini dapat
menimbulkan berbagai macam penyakit jantung.
ü Kalau
seseorang menderita diare menahun, penyerapan kalsium oleh usus akan terganggu,
sehingga kadar kalsium darah menurun. Ini akan merangsang paratoiron sehingga
kekentalan ion kalsium dalam sel usus meningkat dan menimbulkan kram otot pada
lambung dan usus.
ü Kekurangan
kalsium bisa menimbulkan asam lambung yang berlebihan, kekentalam gastrin
terlalu tinggi dan bertambahnya pepsin, sehingga mengakibatkan tukak saluran
pencernaan. Selain pengobatan penyakit juga diperlukan penambahan kalsium yang
cukup.
Jika
dijelaskan lebih lanjut mengenai proses terjadinya penyakit yang diakibatkn
oleh kekurangan kalsium, dapat kita lihat penjelasan pada bab dibawah ini.
6. Penyakit
akibat kekurangan kalsium
Kekurangan
kalsium bisa menyebabkan 200 jenis penyakit. Beberapa penyakit yang mungkin
timbul diantaranya adalah:
a. Nyeri
otot tulang
Kekurangan
kalsium menyebabkan pergerakan yang tidak normal pada seluruh otot licin dan
otot jantung, sehinga tubuh kehilangan kelincahan, pengendalian keseimbangan,
gerakan dan kemampuan koordinasi. Gerakan tubuh ditentukan oleh stimulasi otot
tulang, sementara rangsangan otot tulang timbul karena peran kalsium yang
sangat penting. Jika asupan kalsium dalam tubuh tidak memadai, maka akan
terjadi nyeri pada otot tulang.
b. Keropos
tulang/osteoporosis
Kalsium
dalam tubuh berperan sebagai elemen ang memberi kekerasan pada tulang. Oleh
karena itu, kalsium mampu membentuk kerangka yang mampu menanggung berat badan.
Jika dalam tulang tidak terdapat endapan kalsium yang cukup, maka akan terjadi
kekacauan dalam metabolisme sel tulang, hingga volume tulang berkurang. Faktor-faktor
yang membuat seseorang lebih rentan terkena osteoporosis :
ü Memiliki
massa tulang yang rendah
ü Memiliki
kerabat dengan riwayat osteoporosis
ü Berkelamin
wanita
ü Memiliki
ukuran tulang yang kecil
ü Kurang
hormon estrogen, terutama setelah menopause
ü Rendah
asupan kalsium
ü Mengonsumsi
obat yang mengandung kortikosteroid
ü Rendahnya
kadar testosteron (pada pria)
ü Kurang
olahraga dan aktivitas
ü Merokok
dan mengonsumsi alkohol
c. Kekebalan
tubuh berkurang
Kekuranan
kalsium mampu memicu terjadinya penurunan kekebalan tubuh. Karena dengan
kekurangan imunitas tubuh terhadap serangan penyakit, maka dengan sangat mudah
terjangkit berbagai penyakit yang seharusnya bisa ditangkal oleh system
kekebalan tubuh.
d. Daya ingat
berkurang
Ion
kalsium berperan penting dalam proses pengeluaran dan pengiriman sinyal syaraf.
Rangsangan pada syaraf otak besar berhubungan erat dengan transmisi ion kalsium
di dalam dan diluar neuron. Ketika organisme kekurangan kalsium, dendosignal
syaraf juga mengalami hambatan mekanisme rangsangan dalam tubuh manusia juga
mengalami kerudakan. Gejala pada anak anak mudah kaget, menangis di malam hari,
resah, sulit tidur dan super aktif.
e. Ganguan
dalam jantung
Jantung
mengemban tugas untuk mempertahankan nyawa. Meski hanya sebesar kepalan tangan,
jantung mampu mengantarkan darah setiap saat kesetiap sel dalam tubuh.
Kemampuan ini berasal dari konstraksi otot jantung secara terus menerus.
Padahal konstraksi dan ekspansi jantung serta penyimpanan dan pengunaan
energinya tidak lepas dari pengaruh kalsium.
7. Akibat
kelebihan mengkonsumsi kalsium
Konsumsi
kalsium secara berlebih ternyata dapat menimbulakn efek sampng bagi orang yang
mengkonsumsinya, salah satunya adalah keracunan.. Keracunan kalsium jarang
terjadi karena usus biasanya membatasi penyerapannya. Sehingga mengkonsumsi
kalsium dalam jumlah yang banyak untuk jangka waktu pendek tidak akan
menimbulkan gejala keracunan, paling cuma susah bab (konstipasi) dan adanya
risiko batu ginjal. Namun demikian jika dikonsumsi secara berlebihan dalam
jangka yang alam akan menyebabkan gejala keracunan seperti hilangnya nafsu
makan, mual, muntah, nyeri perut, bengong, kejang bahkan koma.
Suatu
penelitian terbaru mengungkapkan bahaya mengasup mineral utama pembentuk tulang secara
berlebihan. Kaitan antara pola makan syarat kalsium dengan risiko kanker
prostat terungkap dari hasil penelitian yang dipublikasikan international
journal of cancer. Peneliti dari lembaga kanker nasional di rockville,
maryland, dr panagiota n notrou beserta koleganya menemukan bahwa risiko
terkena kanker prostat meningkat seiring meningkatnya konsumsi asupan makanan
produk olahan hewan, seperti susu,
keju telur, ataupun mentega yang mengandung kalsium tinggi.
Untuk
menyelidiki lebih lanjut, para peneliti melakukan penelitian dan pengamatan
dengan data dan catatan medis yang diperoleh dari penelitian pencegahan kanker.
Penelitian itu menggunakan alpha-tocopherol beta-carotene (atbc) untuk menguji
tingkat asupan kalsium dan kaitannya terhadap risiko kanker prostat.
Penelitian atbc menyertakan 29.133 pria perokok berkebangsaan finlandia, dengan
kisaran usia 50–69 tahun
yang menyelesaikan lembar pertanyaan mengenai 276 macam makanan untuk
mengetahui pola makan mereka saat penelitian dimulai.
Setelah
kurun waktu 17 tahun, tim peneliti menemukan sebanyak 1.267 kasus kanker
prostat. Dari jumlah total 27.028 mereka yang mengisi data hingga tuntas, juga
disertakan dalam analisis akhir. ”kami menemukan adanya hubungan sebab-akibat
yang kuat antara asupan kalsium dengan risiko kanker prostat,” ujar notrou
seperti dikutip reuters. Setelah melakukan penyesuaian data terhadap sejumlah
variabel penting, maka ditemukan risiko kanker prostat mencapai 63% lebih besar
bagi mereka yang mengonsumsi lebih dari 2.000 mg kalsium dibandingkan pria-pria
yang menerima asupan kalsium kurang dari 1.000 mg tiap harinya. Karena
itu,terlihat perbedaan statistik yang mencolok.
8. Metabolisme
kalsium dalam tubuh
Kalsium yang dimakan akan biasanya diserap
oleh usus halus dan diangkut dalam darah berikatan dengan albumin
(protein), sehingga kadar kalsium darah juga akan dipengaruhi oleh albumin.
Kalsium disimpan dalam tulang dalam bentuk kristal berikatan dengan fosfor yang
dinamakan kalsium fosfor.
Karena sangat penting fungsinya, kadar
kalsium darah diatur oleh 3 mekanisme utama yaitu parathyroid hormone (pth),
vitamin d, dan calcitonin. Pth biasanya dihailkan oleh 4 kelenjar kecil
parathyroid yang ada di lehersebagai respon rendahnya kadar kalsium. Pth
bekerja dalam 3 cara:
1) Meningkatkan
penyerapan kalsium melalui saluran cerna
2) Menyebabkan
lepasnya sedikit persediaan kalsium dari tulang
3) Mengakibatkan
ginjal membuang fosfor lebih banyak lagi, sehingga meningkatkan kadar kalsium
dengan cepat.
Vitamin D bekerja sama dengan pth pada
tulang dan ginjal serta penyerapannya lewat saluran cerna. Vitamin D didapat
tubuh dari makanan atau dihasilkan kulit yang terkena sinar matahari.
Kekurangan vitamin D dari kedua sumber ini akan mengakibatkan ricketsia pada
anak-anak dan osteomalasia pada orang dewasa, sehingga menyebabkan kelainan
bentuk tulang. Calcitonin, suatu hormon yang dilepaskan oleh kelenjar thyroid
(gondok), parathyroid, dan kelenjar thymus, menurunkan kadar kalsium dalam
darah dengan cara menyimpannya ke dalam tulang.
Penyerapan kalsium tergantung dari
berbagai faktor termasuk usia, kebutuhan dan makanan yang dimakan bersamaan
dengan kalsium. Secara umum kalsium yang berasal dari makanan lebih mudah
diserap ketimbang yang berasal dari suplemen. Vitamin D sangat dibutuhkan dalam
penyerapan kalsium sehingga susu dengan vitamin D merupakan sumber kalsium yang
sangat mudah diserap. Vitamin C dan gula susu (laktosa) juga membantu penyerapan
kalsium, sedangkan makan tinggi lemak, protein dan tinggi serat akan menurunkan
penyerapannya.
Berbagai
penelitian menyebutkan bahwa perilaku konsumsi pangan erat kaitannya dengan
resiko seseorang terkena penyakit tertentu, hal ini juga berlaku untuk
osteoporosis. Pengaruhnya bisa berdampak langsung maupun tidak langsung,
untuk itu perlu diketahui hal-hal yang berkaitan dengan pola konsumsi
seseorang.
1. Konsumsi
protein yang tinggi membuat resiko pengeluaran kalsium pada urin meningkat (hypercalciuric)
sehingga keseimbangan Ca dalam tubuh menjadi negatif. Protein yang tinggi
kandungan fosfornya, seperti daginig dapat menimbulkan keseimbangan negatif Ca.
2. Konsumsi
serat makanan (serealia, sayuran, dan buah) akan menyebabkan peningkatan
ekskresi (pengeluaran) Ca. Pada waktu konsumsi serat tinggi, keseimbangan
metabolisme Ca dapat dicapai jika konsumsi Ca juga tinggi.
3. Kandungan
sodium. Meningkatnya konsumsi garam menyebabkan bertambahnya ekskresi Ca
pada urin. Pada usia muda tubuh mampu beradaptasi sehingga keseimbangan
Ca tidak berubah, tetapi hal tersebut tidak terbukti pada wanita usia lanjut.
4. Vitamin
D. Meskipun osteoporosis tidak disebabkan oleh kekurangan vitamin D,
tetapi dilaporkan bahwa suplemen Ca dengan vitamin D dapat mencegah terjadinya
keropos tulang.
5. Vitamin
K. Pada wanita penderita osteoporosis dijumpai serum vitamin K yang lebih
rendah.
6. Konsumsi
kafein. Ekskresi Ca meningkat pada peminum kopi dan peningkatan ini akan
terlihat sangat nyata jika konsumsi kopi melebihi 15 gelas per hari (kadar
kafein lebih dari satu gram).
Mira Ardiningsih
@Biokimia, Semester 3 Jurusan Gizi
Poltekkes Kemenkes Mataram
Semoga Bermanfaat!!!
TERIMAKASIH
0 komentar