Lepas kira-kira
Aku bukan pengingat yang baik, tetapi tuhan terlalu banyak menyimpannya di kepala.
Sudah sejauh ini aku memunggunginya, sedekat itu tuhan mempertemukan dalam ingatan.
Sudah sejauh ini aku memunggunginya, sedekat itu tuhan mempertemukan dalam ingatan.
Kemarin pun rindu bermalam.
Terbangun. Kudapati kenangan masih tertidur.
Aku tak membuka jendela, sengaja.
Agar angin tak masuk menyegarkannya.
Terbangun. Kudapati kenangan masih tertidur.
Aku tak membuka jendela, sengaja.
Agar angin tak masuk menyegarkannya.
Pun tinta yang menari di atas lembar demi lembar tentangnya sepertinya mulai lelah dan memudar.
Kulihat goresannya tidak setegas dulu.
Tiap lembarnya kini terasa dingin, mengering dan kaku.
Kulihat goresannya tidak setegas dulu.
Tiap lembarnya kini terasa dingin, mengering dan kaku.
Dia pernah mengguruiku tentang kehidupan dan beberapa rahasianya.
Hidup berasal dari harapan-harapan, katanya.
Hidup terbentuk dari kebetulan-kebetulan, sanggahku.
Hidup berjalan meninggalkan kenangan-kenangan, katanya.
Aku setuju. Tak menyanggah karena aku percaya itu.
Hidup berasal dari harapan-harapan, katanya.
Hidup terbentuk dari kebetulan-kebetulan, sanggahku.
Hidup berjalan meninggalkan kenangan-kenangan, katanya.
Aku setuju. Tak menyanggah karena aku percaya itu.
Tapi nyatanya, dari sekian banyaknya harapan dan pertemuan, rasanya hidup berjalan dengan menemukan kehilangan-kehilangan.
Sekarang aku mulai paham, bahwa pada akhirnya akan ada dimana sebuah harapan hanya bisa selamanya menjadi angan.
Tuhan maha tahu mana yang lebih baik menjadi semu untuk selanjutnya hilang diikhlaskan.
Tuhan maha tahu mana yang lebih baik menjadi semu untuk selanjutnya hilang diikhlaskan.
Kata orang... "If he/her does not meant for you, then it meants GOD already have someone who fits you better".
Aku percaya dan menerimanya. Sungguh! Untuk kali ini dan seterusnya.
0 komentar